Postingan

Uwais Al Qarni - Manusia Yang Tidak Dikenal Didunia Tapi Termahsyur Di Langit

Uwais Al Qarni - Manusia Yang Tidak Dikenal Didunia Tapi Termahsyur Di Langit “Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azzam Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. “Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu. Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan? Uwais terus berpikir ...

Islamic Modernism and Architectural Modernism of Muhammadiyah’s Lio Mosque

A F Prajawisastra, T Aryanti Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia *alfansyahprajawisastra@gmail.com Abstract. The Muhammadiyah’s Lio Mosque is one of the masterpieces of Achmad Noe’man, the great Indonesian mosque architect. The mosque was built as a community mosque at the center of Muhammadiyah’s quarter in Garut, West Java, in conjuction with the construction of the district’s Muhammadiyah branch. Having a shape out of the existing grip, the mosque has neither a dome nor a tajug tumpang tiga (three-tiered pyramidal roof) like other mosques nearby, but instead uses a gable roof and minarets towering. This article aims to analyze the architecture of the Lio Mosque and to learn Achmad Noe’man’s interpretation of modernism, both Islamic modernism and architectural modernism, reflected in the mosque design. Employing a qualitative approach, this study used observation and interviews with the mosque’s stakeholders. This article argues that the ideology of modernism, believ...

8 MACAM PUASA SUNAH YANG DIANJURKAN RASULULLAH

Gambar
8 MACAM PUASA SUNAH YANG DIANJURKAN RASULULLAH Pada kesempatan kali ini, Nasehat Islam mencoba mengangkat pembahasan puasa sunnah yang bisa diamalkan sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat. Sungguh, puasa adalah amalan yang sangat utama. Di antara ganjaran puasa disebutkan dalam hadits berikut,  كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ  “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah ...

Muhammadiyah dan NU: Penjaga Moderatisme Islam di Indonesia

Hayula, Vol. 1, No. 1, 2017 Z akiya Darajat Abstract Islam has been expressed through its adherents in many ways. Sometimes the expression has been judged as hard and even arrogant. This is not the case with Islam in Indonesia which has been shown more friendly expression of Islam. However, the radical movements have challenged this peaceful image of Islam in Indonesian. The research which mainly utilized the library sources has concludes that Islam in Indonesia is still considered to be a moderate Islam and in this case, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama are two organizations which can be seen as the guardians of Islamic moderatism in Indonesia.  Keywords Moderatisme; Islam Indonesia; Muhammadiyah; Nahdlatul Ulama Full Text: PDF References A. Syafi’i Ma’arif, Hubungan Muhammadiyah dan Negara: Tinjauan Teologis, dalam ‎Rekonstruksi Gerakan Muhammadiyah pada Era Multiperadaban, Yogyakarta: UII ‎Press, 2000.‎ Azyumardi Azra, Renaisans Islam Asia Tenggara; Sejarah Wacana dan Kekuasaan ...

Transforming the writing of history: The new narrative of enlightenment within Muhammadiyah

RIMA: Review of Indonesian and Malaysian Affairs Volume 47 Issue 2 (2013) Harijanto, Christian ;  Chalmers, Ian Abstract:  This article seeks to account for a recent change in the method of history writing within the major Indonesian social organisation Muhammadiyah, namely a shift from chronology to historical narrative. Until recently, Muhammadiyah's history had always been written as a chronicle, a form with minimal moral import. But in 2010 Muhammadiyah published an historical account that takes the form of a narrative, a form with a beginning, middle and moral end. This historical account has been constructed around three ideas: the importance of individual enlightenment, that the founder of Muhammadiyah (Ahmad Dahlan) was the prototype of the enlightened individual, and that divine intervention served to monitor this process. Further, this article suggests that the change to a narrative form can be explained by shifts in the political balance within Muhammadiyah as ...

Sekolah Agama dan Perdamaian Perpektif Muhammadiyah dan NU bagian 4/4

Gambar
Ulil Abshar Abdalla menjelaskan bahwa Agama berawal dari kritik sosial. Ulil juga menerangkan sejumlah tren di negara Arab saat ini tentang banyaknya orang yang keluar dari Islam. Pada bagian ini, terdapat juga sejumlah pertanyaan yang ditujukan pada kedua narasumber yang kemudian dijawab dengan lugas juga oleh kedua narasumber.

Sekolah Agama dan Perdamaian Perpektif Muhammadiyah dan NU bagian 3/4

Gambar
Dr. Ahmad Najib Burhani berbicara tentang RUU Perlindungan Umat Beragama, tentang ortodoksi dan pahaman-pahamann minoritas, serta perubahan Moralitas terhadap bangsa termasuk menjawab isu LGBT. Sementara itu Ulil Abshar Abdalla sebagai perwakilan dari NU menjelaskan eksesnsi dari seseorang beragama. Seri Sekolah Agama ICRP dalam perspektif NU dan Muhammadiyah, pada 12 Juni 2015.

Visitor

Online

Related Post