Rahasia
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Al Mundzir Al Kuffi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dari Al Ajlah dari Abu Az Zubair dari Jabir dia berkata; Pada peristiwa Tha`if, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mendo'akan Ali lalu beliau mengadakan pembicaran rahasia dengannya, maka orang-orang berkata; "Sungguh beliau mengadakan pembicaraan rahasia dengan anak pamannya, " Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bukannya aku mengadakan pembicaraan rahasia dengannya, akan tetapi Allahlah yang mengadakan pembicaraan rahasia dengannya." Abu Isa berkata; "Hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Al Ajlah, dan telah diriwayatkan pula oleh selain Ibnu Fudhail dari Al Ajlah, sedangkan makna sabda beliau; "Akan tetapi Allah lah yang mengadakan pembicaraan rahasia dengannya." Adalah; Allah memerintahkanku untuk mengadakan pembicaraan rahasia dengannya." (Tirmidzi)
Telah bercerita kepada kami Abu Nu'aim telah bercerita kepada kami Zakariya' dari Firas dari 'Amir asy-Sya'biy dari Masruq dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; 'Fathimah datang dengan berjalan dan cara jalannya mirip seperti jalannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Marhaban (selamat datang) wahai putriku". Lalu beliau mempersilakan Fathimah duduk di samping kanan atau kiri beliau lalu beliau membicarakan suatu pembicaraan secara rahasia, dan Fathimah pun menangis. Aku bertanya kepadanya; mengapa kamu menangis?. Kemudian beliau pun kembali membicarakan suatu pembicaraan secara rahasia dengan Fathimah dan anehnya dia tertawa. Aku berkata; "Aku belum pernah melihat keadaan seseorang menangis lalu diiringi tertawa seperti hari ini". Aku pun bertanya kepadanya tentang apa yang telah dikatakan oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam, maka Fathimah berkata; "Aku tidak akan mau menceritakan pembicaraan rahasia Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam hingga Nabi shallallahu 'alaihi wasallam wafat". Di kemudian hari aku tanyakan lagi, maka Fathimah berkata; "Beliau bercerita kepadaku bahwa: "Jibril 'alaihis salam datang membacakan Al Qur'an satu kali dalam setiap satu tahun lalu dia 'alaihis salam menbacakan kepadaku dua kali untuk tahun ini dan aku tidak melihatnya melainkan sebagai isyarat bahwa ajalku sudah akan datang dan sesungguhnya kamu (Fathimah) adalah orang yang pertama yang akan menyusul aku diantara ahlu baitku". Maka aku menangis karenanya. Lalu beliau bersabda lagi: "Apakah kamu ridla akan menjadi penghulu para wanita surga atau penghulu para wanita mu'minin?". Maka aku menjadi tertawa karenanya". (Bukhari)
Telah bercerita kepadaku Yahya bin Qaza'ah telah bercerita kepada kami Ibrahinm bin Sa'ad dari bapaknya dari 'Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memanggil putrinya, Fathimah, saat kondisi sakit beliau yang mengantarkannya kepada kematian. Beliau membicarakan suatu pembicaraan secara rahasia kepada Fathimah dan Fathimah pun menangis. Kemudian beliau memanggil lagi lalu membicarakan suatu pembicaraan secara rahasia lalu Fahimah menjadi terawa karenanya". 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata; "Maka aku bertanya kepadanya tentang kejadian itu, maka Fathimah berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membicarakan pembicaraan rahasia kepadaku beliau mengabarkan kepadaku bahwa beliau akan dipanggil Allah dalam kondisi sakit yang membawa kepada kematiannya maka aku menangis karenanya. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku bahwa aku akan menjadi orang pertama dari kalangan ahlu bait beliau yang akan menyusulnya lalu aku tertawa karenanya". (Bukhari)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Nafi'; Telah menceritakan kepada kami Bahz; Telah menceritakan kepada kami Hammad; Telah mengabarkan kepada kami Tsabit dari Anas dia berkata; Saya pernah didatangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika saya sedang bermain dengan teman-teman yang lain. Kemudian beliau mengucapkan salam kepada kami dan menyuruh saya untuk suatu keperluan hingga saya terlambat pulang ke rumah. Sesampainya di rumah. ibu bertanya kepada saya; 'Mengapa kamu terlambat pulang? Maka saya pun menjawab; 'Tadi saya disuruh oleh Rasulullah untuk suatu keperluan.' Ibu saya terus bertanya; 'Keperluan apa? ' Saya menjawab; 'Itu rahasia.' Ibu saya berkata; "Baiklah, Janganlah kamu ceritakan rahasia Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kepada siapapun." Anas berkata; "Demi Allah, kalau saya boleh menceritakan rahasia tersebut kepada seseorang, niscaya saya pun akan menceritakannya pula kepadamu hai Tsabit!" (Muslim)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah Al Anshari, telah menceritakan kepada kami Humaid Ath Thawil, dari Anas bin Malik berkata; Suatu kali Nabi Shallallahu'alaihi wasallam mendatangi kami, waktu itu saya sedang bersama anak-anak. Beliau mengucapkan salam kepada kami, menggandeng tanganku dan menyuruhku untuk suatu urusannya. Beliau duduk di samping dinding atau di dinding sampai saya kembali. Tatkala saya mendatangi Ummu Sulaim, dia berkata; apa yang menyebabkan kau terlambat?. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) menjawab; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyuruhku membereskan suatu urusannya. Dia bertanya, urusan apa?"itu rahasia", jawabku. Dia (Ummu Sulaim Radliyallahu'anhu) berkata; jagalah rahasia Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam!. Maka saya (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) tidak pernah memberitahukan rahasia itu kepada seorangpun. (Ahmad)
Komentar
Posting Komentar