Postingan

Justice for Khojaly

Gambar
Speaker at Bedah Film ( Endless Corridor ) Justice for Khojaly dan Diskusi Kebudayaan  Peace Culture and Harmony,  Aula Gedung Ahmad Dahlan PP Muhammadiyah, Saturday, 4 March 2017. Organized by DPP IMM, Azerbaijan Embassy, and OIC Youth Indonesia.

Muhammadiyah Garis Lucu, Mungkinkah?

Muhammadiyah Garis Lucu, Mungkinkah? Kenapa anak-anak muda Muhammadiyah zaman ini jarang ada yang lucu?  Iqbal Aji Daryono Posted on 27 February 2017 Saya seorang “Muhammadiyah kultural”. Saya tahu, istilah itu terdengar agak gimanaaa gitu. Mungkin malah bermasalah secara epistemologis. NU kultural jelas eksis dan sering disebut. Tapi, Muhammadiyah kultural memunculkan aroma contradictio in terminis. Muhammadiyah kok kultural? Muhammadiyah lahir untuk melawan kultur-kultur yang dianggap tidak sesuai ajaran Islam, hingga muncullah jargon kondang anti-TBC: tahayul, bid’ah, dan churafat. “Muhammadiyah” dan “kultur” rasanya jadi dua hal yang bisa saja sih dijejerkan, tapi nggak bakal rukun-rukun amat. Ah, lupakan soal tak penting itu. Yang saya maksud dengan Muhammadiyah kultural ya tak lebih dari orang yang lahir dari keluarga Muhammadiyah, tidak pernah aktif dalam kepengurusan Muhammadiyah, tidak pernah juga belajar di sekolah Muhammadiyah, namun tetap merasa diri sebagai warga Muham...

Gagasan Pendidikan Muhammadiyah dan NU sebagai Potret Pendidikan Islam Moderat di Indonesia

Toto Suharto Abstract This article deals with the educational ideas of Muhammadiyah and Nahdatul Ulama as representing the portrait of moderate Islamic education in Indonesia. The problems addressed includes whether both organizations have certain moderate ideas regarding education to seed their moderate character. Using actual philosophy approach, this study reveals that educational institutions of Muhammadiyah are characterized by a special subject matter called Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. With the concept of objective identity of Muhammadiyah’s education, this subject matter is designed to be an instrument for Muhammadiyah to seed the moderate character of its students. Meanwhile, NU’s educational institutions are characterized by subject matter called Aswaja dan Ke-NU-an. Through the concept of SNP-Plus, this institution serves as an instrument for NU to seed the character of moderate Islam. Both organizations therefore share the same ideas to strengthen a moderate Islamic educa...

Membaca Ulang Seabad Muhammadiyah

Gatra,  9 / XIX 9 Jan 2013 Konferensi riset internasional digelar menyambut 100 tahun usia Muhammadiyah. Radikalisme kaum muda dan politik jadi isu utama. Mencuat juga isu hangat fenomena gerakan konservatisme versus liberalisme, gesekan Muhammadiyah dengan Salafi di tataran ideologi, dan Muhammadiyah dengan Partai Keadilan Sejahtera di ranah politik. Tantangan Muhammadiyah lebih banyak pada soal dakwah dan idelogi? "Sosialisasi Poligami di Kalangan Muhammadiyah". Begitulah sepenggal judul berita di majalah  Tabligh  edisi tahun 2003. Isinya tentang Puspo Wardoyo, pelaku poligami yang juga pengusaha restoran ayam bakar Wong Solo, yang akan diundang ke kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta untuk bicara soal poligami. Judul tersebut memang agak provokatif. Sebab terkesan bahwa Muhammadiyah mengampanyekan poligami. Tapi majalah  Tabligh  memang khas. Majalah bulanan terbitan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MDTK) Muhammadiyah, Jakarta, itu sudah lama...

The Mosque as the Religious Sphere: Looking at the Conflict over the Al Muttaqun Mosque

The Mosque as the Religious Sphere: Looking at the Con ict over the Al Muttaqun Mosque 79 Syaifudin Zuhri Introduction 79 The pks’ View of the Centrality of the Mosque 82 The pks in Klaten 86 Disputes over Al Muttaqun Mosque 88 The Conflict between the pks and Muhammadiyah in Pram banan Reaches its Climax 94  Conclusion 100 As a general topic, this contribution emphasises the political dimension of the mosque. In so doing, it concentrates on the conflict between an Indonesian Islamist party, the pks, and the second largest Muslim organisation in Indonesia, Muhammadiyah, over the Al Muttaqun mosque in Prambanan, Klaten, Central Java. It starts with a discussion about the centrality of the mosque in the light of pks politics and the party’s political performance in Klaten. The last two sections will  specifically  deal with the conflict between the pks and Muhammadiyah over the Al Muttaqun mosque. dalam buku: Dijk, Cees van, and N.J.G. Kaptein. 2016. Islam, politics and change...

Silsilah Keluarga KH Ahmad Dahlan

Gambar
Silsilah Keluarga KH Ahmad Dahlan. Memiliki 9 putra/i. Salah satunya di Thailand (Djumhan/ Erfan). Satu istrinya adl keluarga Sultan Yogyakarta (R.A. Sutidjah)

Membela Wasathiyya Islam

Gambar
Koran Sindo, Jum'at, 10 Februari 2017 Ahmad Najib Burhani* Ketika Azyumardi Azra CBE (2015) menyampaikan pandangannya bahwa Indonesian wasathiyya Islam is too big to fail , beberapa kali saya menegaskan keraguan dan kekhawatiran atas tesis tersebut. Memang, bila dilihat dari respon umat Islam terhdap terorisme, maka Islam moderat sepertinya akan menjadi pemenang. Dan bila dilihat dari wujud dan kuantitas warga NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah, yang sering dianggap sebagai representasi dari Islam wasathiyya , maka keduanya sepertinya akan terus mewarnai pandangan keagamaan di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Namun bila melihat beberapa fenomena belakangan ini, seperti berbagai aksi intoleransi terhadap minoritas, mudahnya mem bully secara berjamaah kepada mereka yang berpandangan berbeda, dan terjadinya konflik keagamaan hanya karena persoalan sepele, maka ada kekhawatiran bahwa Islam moderat di Indonesia itu sudah goyah. Tindakan intoleransi, diskriminasi dan bigotry mem...

Visitor

Online

Related Post