Postingan

Karya James R Rush tentang Hamka

Resonansi   |   23 Agustus 2016 Karya James R Rush tentang Hamka Oleh : Ahmad Syafii Maarif REPUBLIKA.CO.ID, Jika Anda pernah membaca Resonansi bertanggal 18 Juni 2013, di bawah judul "Hamka's Great Story: Islam for Indonesia", tentu akan cepat menangkap ke mana arah tulisan kali ini. Resonansi itu adalah hasil pembicraan saya pada 8 Juni 2013 dengan Prof James R Rush di suatu tempat di Jakarta yang pada waktu itu sudah menyiapkan sebuah karya tentang Hamka (1908-1981), semacam biografi dan alur fikir tentang sosok manusia Indonesia multitalenta ini. Rush adalah guru besar sejarah pada Universitas Arizona, Amerika Serikat. Karya tentang Hamka ini semula diharapkan terbit pada 2014. Baru tahun ini menjadi kenyataan. Mengapa dimunculkan lagi karya ini? Tentu ada pemicunya. Pada 16 Agustus 2016 saya menerima email dari James Rush dengan penyesalan karena karyanya dengan judul lengkap: Hamka's Great Story, A Master's Vision of Islam for Modern Indonesia (University of...

Indonesia Hitam-Putih

Gambar
Republika, 14 Agustus 2017 Oleh : Haedar Nashir Benarkah kita mencintai Indonesia sepenuh jiwa-raga tatkala kehidupan kebangsaan saat ini sarat tarikan kepentingan yang serba niscaya? Manakala di antara komponen bangsa dengan gampang mengumbar amarah di ranah publik hanya karena masalah praktis. Pertanyaan sederhana ini layak untuk direnungkan ketika segenap rakyat di negeri ini merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-72. Fakta berbicara terbuka. Sekelompok orang bertepuk dada sebagai penjaga garda terdepan Indonesia. Berslogankan NKRI dan Pancasila harga mati. Namun begitu kepentingan sendiri terganggu, sertamerta menyebar kejengahan dan kangkuhan kolektif di ruang publik. Tak lupa menebar ancaman politik, tidak akan memberi dukungan dalam kontestasi politik 2019 kepada elite negeri yang tidak mengakomodasi kepentingannya. Kelompok lain bersuara lantang. Siapa menolak PERPPU Ormas maka sama dengan anti-Pancasila, anti-NKRI. Sebaliknya mereka yang mendukung PERPPU berarti bela NKRI, P...

Hadits Ahmad No. 10918

"Kalian mengira bahwa hubungan kekerabatanku tidak bisa memberi manfaat untuk kaumku, demi Allah sesungguhnya hubungan kekerabatanku akan tetap bersambung di dunia dan di akhirat. Maka pada hari kiamat kelak didatangkan kepadaku suatu kaum yang diperintahkan untuk bergabung bersama dzatal yasar (golongan kiri yang akan masuk ke dalam neraka, pent) lalu seorang laki-laki berkata; '"Wahai Muhammad, saya fulan bin fulan, ' dan yang lain berkata; 'Wahai Muhammad saya adalah fulan bin fulan, ' maka aku katakan; 'Adapun masalah nasab aku telah mengetahuinya, akan tetapi kalian telah melakukan sesuatu yang baru dan murtad kembali kepada kekafiran sepeninggalku.'" (HR. Ahmad: 10918)

Hadits Ahmad No. 11009

"Ya Rasulullah, kami telah mengetahui As salaamu 'alaika (semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu), namun bagaimana dengan Ash Shalaatu 'alaika (semoga shalawat terlimpahkan kepadamu)?" maka Beliau menjawab: "Ucapkanlah; ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD 'ABDIKA WA RASUULIKA KAMA SHALLAITA 'ALA IBRAHIIM WA BAARIK 'ALA MUHAMMAD WA ALI MUHAMMAD KAMA BAARAKTA 'ALA IBRAHIIM WA ALI IBRAHIIM (ya Allah sampaikan shalawat atas Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu sebagaimana Engkau sampaikan shalawat atas Ibrahim, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim)." (HR. Ahmad: 11009)

3 Saudara Wanita

"Tidaklah seseorang yang mempunyai tiga orang anak wanita, atau tiga saudara wanita, atau dua anak wanita, atau dua saudara wanita, lalu ia bertakwa kepada Allah dan berlaku baik dalam urusan mereka, kecuali ia pasti akan masuk surga." (HR. Ahmad: 10957)

The Educational Value of Sang Pencerah Film by Hanung Bramantyo: Aesthetic Research of Chiaroscuro

Authors:  Puspitasari, Dyah Gayatri 1 ;  Sabana, Setiawan 2 ;  Ahmad, Hafiz Azis 2 ;  Wijaya, Hanny 3 Source:   Advanced Science Letters , Volume 23, Number 2, February 2017, pp.  801-803(3) Publisher:  American Scientific Publishers DOI:   https://doi.org/10.1166/asl.2017.7436 Abstract Focused on how film can be efficient to deliver educational values through  Chiaroscuro , this paper shows a new dimension of seeing film as a media that can be equal with human ways of thinking. Both of these elements maximise memory, imagination, attention, emotion, and perception of values.  Chiaroscuro  is a lighting technique that emphasised in low-key lighting; a contrast boundary between light and dark area that gives influence emotion and cognition of viewers. Using  Sang Pencerah  film by Hanung Bramantyo as study case, we would discuss the background why  Chiaroscuro  has a significant influence in developing reflec...

Muhammadiyah's 'progressive Islam': Guideline or tagline?

Ahmad Imam Mujadid Rais The Jakarta Post Jakarta |  Mon, August 3, 2015   | 06:14 am Muhammadiyah, the country's second largest Muslim organization, will hold its 47th national congress (muktamar) in Makassar, South Sulawesi, this week. The congress will set up a new agenda for the next five years, including electing a new leader who will replace two-time chairman Din Syamsuddin. Muhammadiyah's challenges and plans include internal consolidation of leadership, bureaucratic improvement and dealing with external issues of globalization, poverty and lack of education, low quality of human resources and the upcoming integrated ASEAN economic community.  In response to such challenges, Muhammadiyah's central board in the past years reformulated its movement through the notion of Islam berkemajuan, a hot topic among its members and activists.  'Progressive Islam', a loose translation of Islam berkemajuan, is clearly a part of the efforts to cope with challenges among its ...

Visitor

Online

Related Post